Seminar Rutin Forestry (3)

Lebih dari dua pekan, seminar rutin mengenai Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) kembali diadakan. Seminar ini ditujukan untuk mengarus-utamakan pengelolaan hutan di tingkatan tapak. Seminar kali ini mengangkat sub-tema tentang Teknik Analisis Vegetasi untuk Survey Keanekaragaman Hayati (Flora) di Areal KPH. Materi disampaikan oleh Ibu Nursanti, S.Hut, M.Si.

Ibu Nursanti memaparkan bahwa dalam tingkatan tapak, sebelum menentukan tindakan pengelolaan, analisis vegetasi perlu dilakukan dan dikuasai. Jika biaya, waktu dan tenaga mencukupi, maka sensus lebih baik dilakukan. Namun jika tidak, maka keputusannya ialah melakukan sampling di beberapa plot dengan luasan areal tertentu.

Analisis vegetasi dan sampling perlu dibedakan. Sampling adalah jumlah sample plot yang akan dilakukan analisis vegetasi. Sedangkan analisis vegetasi adalah suatu cara yang digunakan untuk mendapatkan nilai kualitas dan kuantitas keanekaragamana hayati tumbuhan dari komposisi jenis dan stuktur vegetasi (vertikal dan horizontal). Dalam analisis vegetasi ada tingkatan stadia, yaitu semai, pancang, tiang, dan pohon. Masing-masing stadia dalam analisis vegetasi ditentukan berdasarkan kebutuhan dan tujuan analisis vegetasi.

Ada banyak cara yang dapat diterapkan dalam analisis vegetasi. Ibu Nursanti menjelaskan bahwa analisis vegetasi dapat dilakukan dengan teknik petak tunggal, petak ganda, metode garis, atau kombinasi dari metode garis dan metode petak yang disebut dengan metode garis berpetak. Metode ditentukan dan dipengaruhi oleh kondisi ketinggian areal yang akan diinventarisir, kondisi vegetasi, dan sebagainya.

Please like & share:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *