Tag Archives: universitas jambi

Fakultas Kehutanan Universitas Jambi dan PT Restorasi Ekosistem Indonesia (REKI) tandatangani MoU Hutan Pendidikan

Rektor Universitas Jambi, Prof. Aulia Tasman, M. Sc mengesahkan kerjasama antara Fakultas Kehutanan Universitas Jambi (Fahutan UNJA) dengan PT REKI dalam bidang pendidikan. Kerja sama tersebut berbentuk pengelolaan bersama Hutan Pendidikan yang berada di dalam konsesi PT REKI seluas 1087.81 Ha. Kawasan Hutan Pendidikan yang memiliki porsi hutan sekunder tinggi seluas 660.12 Ha tersebut akan digunakan sebagai pusat penelitian dan pendidikan Fakultas Kehutanan. Selain itu, keberadaan hutan pendidikan yang bekerja sama dengan PT REKI ini juga diharapkan dapat bermanfaat bagi masyarakat sekitar hutan.

tmp_3261-IMG_20151222_114658-247900871

Kita sebagai Fakultas Kehutanan merasa bahwa hutan pendidikan adalah sesuatu yang penting karena tidak mungkin mendidik mahasiswa tanpa pengenalan terhadap hutan.” (Dekan Fakultas Kehutanan)

 

Keberadaan hutan pendidikan sebenarnya diinisiasi oleh Bapak Rektor Universitas Jambi, Prof. Aulia Tasman, M.Sc bersama dengan pihak dari PT REKI. Rektor menanggapi kegiatan ini dengan sangat baik. Rektor mengaku bangga dengan Fahutan meski masih berumur muda sudah banyak menciptakan kreasi dan program kerja fakultas seperti Hutan Pendidikan.

Kerja sama antara Fahutan UNJA diharapkan semakin menguat terutama dari 32 alumni yang telah lulus, beberapa lulusan telah bekerja di PT REKI. Dengan adanya hutan pendidikan, sebagai fakultas baru Fahutan berusaha mengcreate hal-hal baru agar para alumninya mampu bekerja di lapangan dengan baik. Tidak hanya dengan hutan pendidikan, Fahutan UNJA juga telah melaksanakan magang (lingkup Jambi dan luar Jambi) untuk mendidik mahasiswanya ‘betah’ di hutan. Program pendidikan lainnya yang diperuntukkan bagi mahasiswa baru yakni praktek Pengenalan Ekosistem Hutan (PEH) sebagai salah satu upaya mengenalkan mahasiswa baru terhadap hutan mulai dari hutan mangrove, dataran rendah sampai pegunungan.

Please like & share:

Seminar Rutin Forestry (3)

Lebih dari dua pekan, seminar rutin mengenai Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) kembali diadakan. Seminar ini ditujukan untuk mengarus-utamakan pengelolaan hutan di tingkatan tapak. Seminar kali ini mengangkat sub-tema tentang Teknik Analisis Vegetasi untuk Survey Keanekaragaman Hayati (Flora) di Areal KPH. Materi disampaikan oleh Ibu Nursanti, S.Hut, M.Si.

Ibu Nursanti memaparkan bahwa dalam tingkatan tapak, sebelum menentukan tindakan pengelolaan, analisis vegetasi perlu dilakukan dan dikuasai. Jika biaya, waktu dan tenaga mencukupi, maka sensus lebih baik dilakukan. Namun jika tidak, maka keputusannya ialah melakukan sampling di beberapa plot dengan luasan areal tertentu.

Analisis vegetasi dan sampling perlu dibedakan. Sampling adalah jumlah sample plot yang akan dilakukan analisis vegetasi. Sedangkan analisis vegetasi adalah suatu cara yang digunakan untuk mendapatkan nilai kualitas dan kuantitas keanekaragamana hayati tumbuhan dari komposisi jenis dan stuktur vegetasi (vertikal dan horizontal). Dalam analisis vegetasi ada tingkatan stadia, yaitu semai, pancang, tiang, dan pohon. Masing-masing stadia dalam analisis vegetasi ditentukan berdasarkan kebutuhan dan tujuan analisis vegetasi.

Ada banyak cara yang dapat diterapkan dalam analisis vegetasi. Ibu Nursanti menjelaskan bahwa analisis vegetasi dapat dilakukan dengan teknik petak tunggal, petak ganda, metode garis, atau kombinasi dari metode garis dan metode petak yang disebut dengan metode garis berpetak. Metode ditentukan dan dipengaruhi oleh kondisi ketinggian areal yang akan diinventarisir, kondisi vegetasi, dan sebagainya.

Please like & share: